Harmonisasi MEA untuk Indonesia

Stabilitas makroekonomi yang semakin lama kian sensitif menyebabkan berbagai regulasi dalam bentuk kebijakan di Indonesia dikeluarkan dalam waktu singkat. UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) adalah salah satu alat stabilitas keuangan dalam menghadapi inflasi di dalam negeri untuk menopang ketidakpastian pasar keuangan. Pada tahun 2015 lalu, data Bank Indonesia menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang Indonesia. Hal itu akan berdampak pula pada Indonesia yang juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada tingkat pengangguran, khususnya kesenjangan sosial ekonomi masyarakat melalui rasio koefisien gini.

Pemotongan anggaran secara besar-besaran menjadi perbedaan mencolok yang terjadi pada masa pemerintahan baru Presiden Jokowi dibanding tahun sebelumnya. Penghematan uang negara ini juga diikuti dengan belanja modal yang diperbesar untuk menciptakan pembangunan yang relatif sangat dibutuhkan untuk keperluan investasi. Khususnya bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya dalam bentuk FDI (Foreign Direct Investment). Sangat diperlukan infrastruktur yang lebih memadai.

Reformasi fiskal yang dilakukan besar-besaran dari pertengahan tahun 2015 sampai 2016 saat ini menjadi alat pendorong kestabilan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi. Pengaruh signifikan yang membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Dibuktikan melalui Data World Bank pada tahun 2015 , Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam kemudahan berbisnis dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kemudahan administrasi perpajakan bagi Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya melalui sistem onlineĀ yang baru-baru ini juga gencar diterapkan.

Dalam MEA, Indonesia berusaha mengejar ketinggalannya dalam pemerataan pembangunan dibanding negara tetangganya seperti Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu, dengan adanya berbagai kemudahan transaksi dan arus modal antara negara satu dengan negara lainnya dalam lingkup ASEAN, Indonesia menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan potensi negara yang sebelumnya sempat hilang, meningkatkan kerja sama luar negeri, menarik dana masyarakat dari luar negeri ke dalam negeri, meningkatkan regulasi kebijakan pemerintah guna mencapai kestabilan ekonomi dalam jangka panjang, serta mempersiapkan pembangunan berkelanjutan. Bersama dengan anggota negara ASEAN lainnya, Indonesia mengharmonisasikan perekonomian dalam MEA untuk menyambut pasar bebas dunia.